Kontrak yang baik mencerminkan maksud para pihak dengan bahasa yang konsisten. Pastikan identitas pihak, objek, harga, jadwal, dan mekanisme sengketa tercantum jelas.
Lampiran teknis (SOW, spesifikasi, SLA) sebaiknya dirujuk secara eksplisit agar tidak ambigu saat eksekusi.
Review berkala oleh tim hukum membantu mengurangi risiko interpretasi ganda di kemudian hari.
